بِسۡمِ اللهِ الرَّحۡمٰنِ الرَّحِيۡمِ
مَرۡحَبًا أَهۡلًا وَ سَهۡلًا!
Marhaban Ahlan wa Sahlan!1
Marhaban Ahlan wa Sahlan (مَرۡحَبًا أَهۡلًا وَ سَهۡلًا) penyusun ucapkan kepada pengunjung Catatan Belajar M. S. Rosyidi. Sebuah ungkapan dalam Bahasa Arab yang biasa dipergunakan sebagai ungkapan untuk menyambut orang atau sesuatu yang datang kepada kita. Ungkapan ini sungguh penuh makna kekeluargaan dan doa agar orang yang datang tersebut mendapatkan kemudahan dan keluasaan.
Ungkapan ini dalam Bahasa Arab biasa dipergunakan dengan beberapa pola, antara lain:
- Marhaban! (مَرۡحَبًا).
- Ahlan! (أَهۡلًا)
- Ahlan bik! (أَهۡلًا بِكَ/أَهۡلًا بِكِ).
- Ahlan wa Sahlan! (أَهۡلًا وَ سَهۡلًا).
- Marhaban Ahlan wa Sahlan! (مَرۡحَبًا أَهۡلًا وَ سَهۡلًا).
- Ahlan wa Sahlan wa Marhaban! (أَهۡلًا وَ سَهۡلًا وَ مَرۡحَبًا).
Yang keseluruhannya biasa disejajarkan (disamaartikan) dengan ungkapan “selamat datang” dalam Bahasa Indonesia atau “welcome” dalam Bahasa Inggris dan sebagainya.
Namun bila ungkapan tersebut difahami dengan bahasa aslinya yaitu Bahasa Arab niscaya akan didapati makna yang lebih luas dibandingkan ungkapan yang sejajar dengannya dalam bahasa lainnya.
Makna Ungkapan Marhaban Ahlan wa Sahlan!
Berikut penyusun kutipkan beberapa uraian makna yang penyusun temukan dalam sebagian kitab yang termuat dalam Al-Ishdar Al-Rasmy Al-Awwal li Al-Maktabah Al-Syamilah.2
1. Dalam kitab Ruh Al-Bayan fi Tafsir Al-Qur’an:
مَرۡحَبًا أَهۡلًا وَ سَهۡلًا أَيۡ وَجَدۡتَ مَكَانًا وَاسِعًا وَ أَتَيۡتَ أَهۡلًا لَا أَجَانِبَ وَ نَزَلۡتَ مَكَانًا سَهۡلًا لَا حُزۡنًا.3
"Marhaban Ahlan wa Sahlan yakni Anda telah menemukan tempat yang luas, Anda telah mendatangi keluarga bukan orang asing dan Anda telah singgah di tempat yang mudah bukan tempat yang menyedihkan."
2. Dalam kitab Al-Burhan fi ‘Ulumi Al-Qur’an:
أَهۡلًا وَ سَهۡلًا وَ مَرۡحَبًا أَيۡ وُجِدۡتَ أَهۡلًا وَ سَلَكۡتَ سَهۡلًا وَ صَادَفۡتَ رَحۡبًا.4
"Ahlan wa Sahlan wa Marhaban yakni Anda telah didapati sebagai keluarga, Anda telah menempuh jalan yang mudah dan Anda telah bertemu dengan keleluasaan/kelapangan."
3. Dalam kitab Al-Zahir fi Ma’any Kalimat Al-Nas:
… مَرۡحَبًا وَ أَهۡلًا وَ سَهۡلًا … قَالَ الۡأَصۡمُعِيُّ : الۡمَعۡنَى : لَقِيۡتَ رُحۡبًا: أَيۡ لَقِيۡتَ سَعَةً، وَ لَقِيۡتَ أَهۡلًا كَأَهۡلِكَ، وَ لَقِيۡتَ سَهۡلًا: أَيۡ سَهُلَتۡ عَلَيۡكَ أُمُوۡرُكَ ….5
"Marhaban wa Ahlan wa Sahlan … berkata Al-Ashmu’iy: maknanya Anda telah menjumpai ruhban yakni Anda telah menjumpai sa’ah (keleluasaan/kelapangan), Anda telah menjumpai keluarga seperti keluarga Anda sendiri dan Anda telah menjumpai kemudahan yakni telah menjadi mudah urusan-urusan Anda."
4. Dalam kitab Al-Mishbah Al-Munir fi Gharib Al-Syarh Al-Kabir:
أَهۡلًا وَ سَهۡلًا وَ مَرۡحَبًا مَعۡنَاهُ أَتَيۡتَ قَوۡمًا أَهۡلًا وَ مَوۡضِعًا سَهۡلًا وَاسِعًا فَابۡسُطۡ نَفۡسَك وَ اسۡتَأۡنِسۡ وَ لَا تَسۡتَوۡحِشۡ.6
"Ahlan wa Sahlan wa Marhaban maknanya Anda telah mendatangi kaum yang merupakan keluarga dan tempat yang mudah lagi luas maka lapangkanlah diri Anda dan bersikaplah tenang/lembut dan jangan bersikap benci."
5. Dalam kitab Mau’izhatu Al-Mu’minin min Ihya’ ‘Ulumi Al-Din:
«مَرۡحَبًا أَهۡلًا وَ سَهۡلًا» أَيۡ لَكَ عِنۡدَنَا مَرۡحَبٌ وَ هُوَ السَّعَةُ فِى الۡقَلۡبِ وَ الۡمَكَانِ، وَ لَكَ عِنۡدَنَا أَهۡلٌ تَأۡنَسُ بِهِمۡ بِلَا وَحۡشَةٍ لَكَ مِنَّا، وَ لَكَ عِنۡدَنَا سُهُوۡلَةٌ فِيۡ ذٰلِكَ كُلِّهِ أَيۡ لَا يَشۡتَدُّ عَلَيۡنَا شَيۡءٌ مِمَّا تُرِيۡدُ.7
"Marhaban Ahlan wa Sahlan yakni bagi Anda di sisi kami terdapat marhab yakni keleluasaan/kelapangan dalam hati dan tempat, bagi Anda di sisi kami terdapat keluarga yang Anda bersikap lembut kepada mereka tanpa kebencian kepada Anda dari kami dan bagi Anda di sisi kami kemudahan dalam seluruh hal tersebut yakni tidak ada sesuatu pun dari yang Anda inginkan yang berat bagi kami."
Dan masih masih banyak kitab-kitab lain yang mencantumkan uraian makna ungkapan Marhaban Ahlan wa Sahlan yang pada hakekatnya kembali ke makna do'a dan harapan agar orang yang diberi ungkapan tersebut memperoleh kelapangan, keluarga dan kemudahan di tempat yang disinggahinya.
Kesimpulan
Secara singkat berdasarkan kutipan-kutipan di atas dapat disimpulkan bahwa ungkapan:
- Marhaban berarti harapan semoga Anda mendapatkan keleluasaan dan kelapangan di tempat yang Anda singgahi ini.
- Ahlan berarti harapan semoga Anda mendapatkan keluarga di tempat yang Anda singgahi ini.
- wa Sahlan berarti harapan semoga Anda mendapatkan kemudahan di tempat yang Anda singgahi ini.
Sungguh makna yang sangat luas dan mendalam bila dibandingkan makna yang dicakup dalam ungkapan “selamat datang”, “welcome”, dan sebagainya.
Oleh karena itu, penyusun memilih memberi ungkapan Marhaban Ahlan wa Sahlan kepada Anda pengunjung Catatan Belajar M. S. Rosyidi ini sebagai sambutan penuh harapan semoga Catatan Belajar M. S. Rosyidi ini menjadi tempat yang luas manfaatnya sehingga pengunjungnya pun merasa leluasa mengambil manfaat darinya, semoga Catatan Belajar M. S. Rosyidi ini menjadi bagian dari keluarga pengunjungnya dan pengunjungnya pun bersedia menjadi bagian dari keluarga Catatan Belajar M. S. Rosyidi, dan semoga Catatan Belajar M. S. Rosyidi ini menjadi tempat yang membawa kemudahan bagi pengunjungnya dan juga dapat diakses dengan jalan yang mudah.
Demikian, semoga Allah senantiasa memberikan kepada Anda pengunjung Catatan Belajar M. S. Rosyidi ini dan juga kepada penyusun sendiri rahmah-Nya, hidayah-Nya, maghfirah-Nya dan tambahan ilmu yang bermanfaat serta rizki yang halal lagi diberkahi. Jazamukumullah khairan atas kunjungan Anda!
وَ الۡحَمۡدُ لِلّٰهِ الَّذِيۡ بِنِعۡمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ وَ الۡحَمۡدُ لِلّٰهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ.
Catatan Kaki
1 Tulisan ini diupdate setelah penyusun memperoleh Al-Maktabah Al-Syamilah versi resmi pertama dari situs resminya (الۡإِصۡدَارُ الرَّسۡمِيُّ الۡأَوَّلُ لِلۡمَكۡتَبَةِ الشَّامِلَةِ/The First Official Version of Shamela Library) yang penyusun download pada tanggal 25-26 Januari 2011 M. Baca keterangan lengkap dalam tulisan-tulisan penyusun di Catatan Belajar M. S. Rosyidi pada kategori Al-Maktabah Al-Syamilah.
2 Al-Maktabah Al-Syamilah yang dipergunakan sebagai rujukan dalam tulisan ini adalah edisi resmi pertama dari situs resmi Al-Maktabah Al-Syamilah (الۡإِصۡدَارُ الرَّسۡمِيُّ الۡأَوَّلُ لِلۡمَكۡتَبَةِ الشَّامِلَةِ/The First Official Version of Shamela Library) yang berisi 5300 judul kitab dan kitab-kitabnya telah diupdate pada tanggal 1, 10, 11 dan 12 Februari 2011 sehingga jumlah kitab keseluruhan menjadi 5344 judul. Lebih lanjut lihat Catatan Belajar M. S. Rosyidi tentang Al-Maktabah Al-Syamilah Edisi Resmi Pertama dan catatan-catatan lainnya di Catatan Belajar M. S. Rosyidi dalam kategori Sofware Islami>>Al-Maktabah Al-Syamilah. Sebelumnya penyusun menggunakan DVD Al-Maktabah Al Syamilah berisi 6688 judul kitab yang disertakan sebagai bonus dari buku: Ahmad Zainuddin, Lc., Panduan Al Maktabah Al Syamilah; Perpustakaan dengan ribuan buku-buku berbahasa Arab, (Solo: Ridwana Mediakita, 2009), cet. IV. Informasi lebih lengkap tentang buku ini dapat lihat di blog Ridwana Mediakita.
3 Isma’il Haqqy ibn Mushthafa Al-Istanbuly Al-Hanafy Al-Khalwaty (wafat 1127 H/1715 M), Ruh Al-Bayan fi Tafsir Al-Qur’an, Al-Ishdar Al-Awwal, Juz 6, halaman 137, dalam Al-Ishdar Al-Rasmy Al-Awwal li Al-Maktabah Al-Syamilah.
4 Abu ‘Abdillah Badruddin Muhammad ibn ‘Abdillah ibn Bahadir Al-Zarkasyi (745-794 H/ 1344-1392 M), Al-Burhan fi ‘Ulum Al-Qur’an, Al-Ishdar Al-Awwal, Juz 3, halaman 112, dalam Al-Ishdar Al-Rasmy Al-Awwal li Al-Maktabah Al-Syamilah.
5 Muhammad ibn Al-Qasim ibn Muhammad ibn Basyar Abu Bakr Al-Anbary (271-328 H/ 884-940 M), Al-Zahir fi Ma’any Kalimat Al-Nas, Al-Ishdar Al-Awwal, Juz 1, halaman 234, dalam Al-Ishdar Al-Rasmy Al-Awwal li Al-Maktabah Al-Syamilah.
6 Ahmad ibn Muhammad ibn ‘Aly Al-Fayyumy Al-Muqri’ (wafat 770 H/ 1368 M), Al-Mishbah Al-Munir fi Gharib Al-Syarh Al-Kabir, Al-Ishdar Al-Awwal, Juz 1, halaman 28, dalam Al-Ishdar Al-Rasmy Al-Awwal li Al-Maktabah Al-Syamilah.
7 Muhammad Jamaluddin ibn Muhammad Sa’id ibn Qasim Al-Hallaq Al-Qasimy (wafat 1238-1332 H/1866-1914 M), Mau’izhatu Al-Mu’minin min Ihya’ ‘Ulumi Al-Din, Al-Ishdar Al-Tsany, halaman 139, dalam Al-Ishdar Al-Rasmy Al-Awwal li Al-Maktabah Al-Syamilah.
Bila Anda ingin meng-copy atau mempublikasikan ulang artikel ini, silahkan cantumkan link ke artikel ini sebagai berikut!
بارك الله فيك على هذا الجهد العظيم النافع.
ملحوظة بسيطة أود إبداؤها لك :
بالنسبة للفظ “حزن” في جملة ” مَكَانًا سَهۡلًا لَا حُزۡنًا” فأعتقد أنه “حَزْن” بفتح الحاء الذي يعني “صعوبة” أي ضد “سهل” وقد ذكر في الدعاء المأثور “اللهم لا سهل إلا ما جعلته سهلا وأنت تجعل الحزن إن شئت سهلا”.
وبالنسبة للفظ “وحشة” فهو يعني “وِحدة أو انفراد” . فتستوحش معناه تشعر بالوحشة أو الوحدة والانفراد.
هذا والله أعلم.
بارك الله فيك … بارك الله فيك .. بارك الله فيك… و جزاكم الله خيرا!
Saya sangat berterimakasih sekali atas koreksi yang Anda berikan.
Untuk kata pertama حزن, waktu saya menulis tulisan ini sayang sekali saya tidak teringat hadits tersebut. Saya hanya bersandar pada beberapa kamus Bahasa Arab yang menyebutkan kata حزن dengan mem-fathah-kan huruf pertama dan men-sukun-kan huruf kedua tidak secara tegas menunjuk makna yang Anda sebutkan. Terimakasih Anda telah mengingatkan saya dan menunjukkan tempat yang seharusnya saya jadikan bahan pertimbangan dalam membaca dan memaknai kata ini dalam kalimat di atas.
Untuk kata yang kedua وحشة, setelah saya buka ulang kamus “Lisan Al-’Arab”, Anda benar dan terimakasih Anda telah menunjukkan kesalahan saya dalam memahami kata ini.
Semoga Allah memberi keleluasaan waktu dan kesehatan untuk memperbaiki tulisan saya di atas.
Semoga Allah memberi Anda pahala lebih atas kesediaan Anda memberi koreksi yang sangat bermanfaat ini.